Persidafon Harga Diri Papua, Pemkab Jayapura Wujudkan Janji Politik

Share

SENTANI, Binkari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura resmi meluncurkan kembali Persidafon Jayapura untuk berkompetisi di Liga 4. Langkah ini merupakan realisasi salah satu janji politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, Yunus Wonda – Haris S. Yocku.

 

Peluncuran (launching) ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-57 Kabupaten Jayapura sekaligus satu tahun kepemimpinan Yunus-Haris, Selasa (17/3/2026) di Sentani. Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola kembali menjadi prioritas pembangunan daerah.

 

Ketua Umum Persidafon, Haris Richard S. Yocku, menegaskan bahwa kebangkitan klub berjuluk “Gabus Sentani” ini membutuhkan sinergi semua pihak.

 

“Persoalan Persidafon memang kompleks, namun masa lalu sudah terlewati. Fokus kita sekarang adalah menggairahkan kembali sepak bola di Kabupaten Jayapura,” ujar Haris. Ia juga menekankan bahwa kehadiran suporter akan menjadi energi tambahan yang krusial bagi tim.

 

Lebih jauh, Haris menyebut Persidafon bukan sekadar klub olahraga, melainkan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Papua, khususnya di Bumi Kenambai Umbai.

 

“Persidafon adalah jati diri. Kebangkitannya adalah kebangkitan masyarakat Papua,” tegasnya.

Realisasi Janji Politik dan Persiapan Tim

Menghidupkan kembali Persidafon merupakan komitmen politik Bupati dan Wakil Bupati Jayapura periode 2024–2029. Dalam struktur organisasi, Bupati Jayapura bertindak sebagai pembina sekaligus Presiden Klub.

 

Guna membangun fondasi tim yang profesional, manajemen menunjuk Coach Gerat Bangkali, legenda Persipura, sebagai pelatih kepala. Proses pembentukan skuad dilakukan melalui seleksi ketat yang diikuti oleh sekitar 700 pemain, hingga akhirnya tersaring 30 pemain inti.

 

“Total personel tim, termasuk ofisial, mencapai 30–35 orang. Saat ini, tim bermarkas di Hotel Tabita sebagai pusat kegiatan, mulai dari latihan hingga pemulihan fisik,” tambah Haris.

 

Persidafon dipastikan berlaga di Liga 4 musim ini berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta PSSI. Haris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu demi mengembalikan kejayaan tim.

 

“Kami sadar perjalanan ini tidak mudah. Namun, dengan kebersamaan dan komitmen kuat, kami optimistis Persidafon bisa kembali ke kasta tertinggi,” tutupnya.

 

Kebangkitan Persidafon kini menjadi simbol harapan baru. Publik kini menanti langkah nyata selanjutnya untuk melihat sang “Gabus Sentani” kembali ke puncak kejayaan sepak bola Indonesia. (Sem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *