Dorong Lingkungan Bersih dan Aman, Lurah Noldi Lela Pimpin Langsung Giat Indonesia ASRI di Pakowa

MANADO, Binkari — Persoalan kebersihan lingkungan dan potensi gangguan keamanan menjadi perhatian serius pemerintah kelurahan di Kecamatan Wanea, Kota Manado. Melalui program Giat Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah), pemerintah kelurahan bersama masyarakat kembali menggelar kerja bakti massal di wilayah Kelurahan Pakowa dan Kelurahan Wanea, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar kerja bakti rutin. Aparat kelurahan bersama warga menyasar sejumlah titik yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah lingkungan, seperti saluran air yang tersumbat, tumpukan sampah di permukiman warga, hingga area jalan lingkungan yang mulai dipenuhi rumput liar.
Di Kelurahan Pakowa, Lurah Noldi Lela, S.Sos bahkan turun langsung memimpin kerja bakti bersama masyarakat di Lingkungan III. Kehadirannya di tengah warga dinilai memberi energi baru bagi semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat.
Sejumlah kepala lingkungan turut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, termasuk Kepala Lingkungan III Jansen Wuisang, yang mendampingi warga membersihkan saluran air, jalan lingkungan, serta area sekitar permukiman.

Menurut Noldi Lela, persoalan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal.
“Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan serta tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Noldi.
Selain fokus pada kebersihan lingkungan, pemerintah kelurahan juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Ia mengingatkan warga agar lebih peka terhadap situasi di lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Kalau ada hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan lingkungan, segera laporkan kepada kepala lingkungan atau aparat terkait. Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Noldi juga menyoroti kondisi cuaca yang belakangan tidak menentu. Menurutnya, perubahan cuaca dapat memicu berbagai persoalan kesehatan jika kebersihan lingkungan tidak dijaga dengan baik.
Genangan air akibat saluran yang tersumbat, misalnya, berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit. Karena itu, masyarakat diminta lebih aktif menjaga kebersihan di sekitar rumah masing-masing.
Melalui program Giat Indonesia ASRI, pemerintah kelurahan berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan, serta keamanan wilayah semakin meningkat.
Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, program ini juga menjadi upaya memperkuat solidaritas warga serta membangun kolaborasi antara pemerintah kelurahan, aparat lingkungan, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan permukiman yang bersih, sehat, aman, dan tertata.
Sunny

