
Gowa, Binkari – Warga Perumahan Saumata Indah Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Glwa khususnya di wilayah RW 06, RT. 03 semakin gerah akibat dampak pembangunan Perumahan Ammar Nusantara yang berlokasi di Macanda. Setiap kali hujan turun, air berwarna coklat yang diduga berasal dari lokasi proyek tersebut kembali merembes masuk ke dalam rumah warga, Rabu 25 Februari 2026.
Ketua RW 06 Perumahan Saumata Indah mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak pengembang. Pelaksana proyek bahkan telah diundang secara lisan untuk hadir di kediaman pengurus RW guna membahas saluran air dan rencana pembangunan talud pembatas, namun hingga kini yang bersangkutan tidak pernah hadir untuk membicarakan persoalan tersebut.
“Kami sudah beritikad baik untuk duduk bersama membahas solusi. Tapi pelaksananya tidak pernah hadir. Sementara pembangunan pondasi sudah berjalan dan diduga tidak menggunakan konstruksi kuku pondasi yang layak. Dokumentasi kami ada,” tegas Ketua RW 06.
Kondisi ini membuat warga terdampak merasa kelelahan dan kecewa. Salah satu warga yang rumahnya terdampak langsung, Andi Zulkanain Yusuf, mengaku sudah jengkel karena harus berulang kali membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah setiap musim hujan.
“Kami sudah capek membersihkan air bercampur tanah setiap kali hujan. Selain mengotori rumah, kami juga khawatir dampaknya terhadap kesehatan keluarga kalau terus dibiarkan,” ujarnya.
Warga juga menyampaikan bahwa pihak Lurah Romang Polong bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas sempat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Namun hingga saat ini belum ada solusi konkret yang dirasakan masyarakat. Buktinya, setiap hujan turun, rembesan air coklat tetap masuk ke dalam rumah warga.
Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarkim) untuk segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap proyek Perumahan Ammar Nusantara, termasuk mengevaluasi kesesuaian izin dan perencanaan teknisnya.
Warga berharap ada tindakan tegas dan langkah nyata agar permasalahan ini tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, terutama menjelang puncak musim hujan. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga.
Editor, Syafruddin
