Bulukumba, Sulsel ⚡Binkari — Kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda di pundak, melainkan simbol kepercayaan, dedikasi, dan pengabdian tanpa lelah.
Prinsip inilah yang tercermin dari lima personel Satuan Reserse Narkoba yang resmi menerima kenaikan pangkat, Rabu (31/12/2025), sebagai bentuk penghargaan institusi atas kerja keras dan loyalitas mereka dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Di tengah beratnya tugas pemberantasan narkotika yang penuh risiko, tekanan, dan tantangan moral, kelima personel ini tetap berdiri tegak menjalankan amanah negara. Mereka membuktikan bahwa kerja senyap, disiplin, dan konsisten akan selalu menemukan jalannya menuju penghargaan.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah KBO Satres Narkoba IPDA Hendra Yunus, yang resmi naik pangkat menjadi IPTU.
Kenaikan ini dinilai sebagai buah dari kepemimpinan lapangan yang tenang, tegas, dan bertanggung jawab, serta kemampuannya mengoordinasikan anggota dalam berbagai pengungkapan kasus narkoba.
Sebagai perwira pertama, IPTU Hendra Yunus dikenal dekat dengan anggota, namun tetap menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme.
Dalam berbagai operasi, ia kerap berada di garis depan, memberi contoh bahwa pemimpin sejati bukan hanya memberi perintah, tetapi hadir dan bekerja bersama anggota.
Selain itu, Kaur Min Satres Narkoba AIPDA A. Rusli juga mendapatkan kenaikan pangkat menjadi AIPTU. Perannya yang sering berada di balik layar justru menjadi tulang punggung kelancaran administrasi, manajemen personel, serta dukungan operasional satuan.
Kenaikan pangkat AIPTU A. Rusli menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu harus terlihat di lapangan, namun setiap tugas yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab memiliki nilai yang sama pentingnya bagi institusi.
Penghargaan serupa juga diraih oleh Kanit Sidik Satres Narkoba AIPDA Ajis Safri, yang kini resmi menyandang pangkat AIPTU.
Dikenal teliti dan tegas dalam penanganan perkara, Ajis Safri dinilai konsisten menjaga profesionalitas dalam proses penyelidikan dan penyidikan, sehingga setiap perkara dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Di lini operasional, dua anggota Opsnal Satres Narkoba turut merasakan kebanggaan serupa. AIPDA Masnar Apriadi resmi naik pangkat menjadi AIPTU, sementara BRIPTU Jumardi naik pangkat menjadi BRIGADIR (Brigpol).
Keduanya dikenal sebagai personel lapangan yang kerap bekerja dalam senyap, penuh risiko, dan jarang tersorot. Mereka hadir di tengah masyarakat, menyusup dalam operasi, dan menjadi ujung tombak pengungkapan jaringan narkoba yang merusak masa depan generasi muda.
Kenaikan pangkat kelima personel ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari proses panjang, loyalitas, serta kesetiaan pada sumpah Bhayangkara.
Di balik pangkat baru tersebut, terdapat jam kerja tanpa batas, pengorbanan waktu bersama keluarga, dan komitmen kuat untuk terus mengabdi kepada negara.
Momentum ini diharapkan menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi seluruh personel Polri, khususnya jajaran Satres Narkoba, bahwa setiap kerja keras akan dinilai dan dihargai oleh institusi.
Lebih dari sekadar seremoni, kenaikan pangkat ini menjadi pengingat bahwa Polri membutuhkan personel yang bekerja dengan hati, integritas, dan ketulusan, bukan sekadar mengejar jabatan.
Dengan pangkat baru di pundak, tanggung jawab pun semakin besar. Namun, semangat pengabdian diyakini akan terus menyala, seiring komitmen untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.
“Kerja ikhlas tidak pernah mengkhianati hasil.”
Lima personel Satres Narkoba ini telah membuktikannya. (Abdul Rauf)
