
SANGIHE⚡Binkari — Pemerintah Kampung Petta Barat menggelar rapat pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025 sekaligus pembahasan rancangan program kerja Tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan hasil usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kepada pemerintah kampung sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes).

Rapat yang berlangsung di Kantor Kapitalaung Petta Barat pada Jumat (13/02/2026), serta dihadiri oleh Majelis Tua Kampung (MTK), pengurus BUMDes, pengurus Koperasi Merah Putih, perangkat desa, KPM, kader posyandu, serta tokoh masyarakat.
Kapitalaung Kampung Petta Barat, Siti Sjarah Gabriel, S.Pd., menyampaikan bahwa BUMDes Mandiri Petta Barat yang bergerak di bidang usaha simpan pinjam telah berdiri sejak tahun 2018 dengan modal awal sebesar Rp69.856.600.
Siti juga mengungkapkan bahwa BUMDes Mandiri telah dua kali memberikan kontribusi kepada desa melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

“Untuk tahun anggaran 2025, BUMDes menyerahkan SHU sebesar Rp5.240.550, sedangkan untuk tahun ini sebesar Rp8.151.450,” ujar Siti saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Lebih lanjut, berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat tersebut, total laba usaha BUMDes Mandiri Petta Barat mencapai Rp52.590.000, yang menjadi bukti bahwa usaha desa terus berkembang dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan kampung.
“Rapat pertanggungjawaban ini menjadi langkah penting dalam menjaga transparansi pengelolaan anggaran serta memastikan perencanaan program kerja tahun 2026 berjalan lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat,” Pungkasnya.
Josua
